Pemprov Kembangkan Kopi Khas Banten

-

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Pertanian (Distan) berencana mengembangkan produksi kopi khas Banten sebagai salah satu komoditas perkebunan. Dari potensinya, Kabupaten Lebak dipilih sebagai lokasi pengembangan dengan luas lahan yang dipersiapkan mencapai puluhan hektare. 

Kepala Distan Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, pengembangan komoditas kopi sudah dirancang dan mulai  digarap tahun ini. Potensi tanaman kopi di Banten sendiri cukup baik, sehingga dimasukan dalam rencana pengembangan.

"Pada mapping tahun lalu, banyak tanaman kopi yang kurang terawat. Hasil kajian kami Banten sebenarnya punya potensi sehingga kami akan kembangkan. Kami juga sudah menggelar sosialisasi pada pekan kemarin," ujarnya pada Kamis (16/8/2018).

Ia menuturkan, untuk tahap pengembangan pertama akan dilakukan di Kabupaten Lebak tepatnya di Kecamatan Muncang dan Sobang. Distan menyiapkan lahan hingga puluhan hektare agar pembangan tanaman kopi bisa meraih hasil maksimal. "Tiga tahun mendatang diharapkan sudah ada hasilnya," katanya.

Meski pengembangan dilakukan di Kabupaten Lebak, namun Distan tak sungkan memberi bantuan kepada daerah yang juga ingin mengembangkan tanaman kopi. Pihaknya siap untuk menyuplai bibit tanaman kopi. "Kabupaten Serang dan Pandeglang juga akan membuka perkebunan kopi. Nanti akan kita support dari pemberian bibit-bibit unggul yang merupakan khas kopi Banten," ungkapnya.

Selain hal itu, Pemprov Banten melalui Distan akan membuka kembali lahan kopi milik masyarakat yang tidak terawat. Menurut Agus, terdapat ratusan sampai ribuan hektare kebun kopi milik masyarakat yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota. Pihaknya siap untuk menyuplai bibit unggul.

 "Data yang kami miliki ada hingga ribuan hekatre. Itu ada di Kabupaten Lebak, Serang dan Pandeglang, di Kota Serang juga ada. Semak belukar hutan tanaman kopi akan kita jadikan perkebunan. Ketika sudah menghasilkan tentu akan berdampak pada nilai ekonomi kepada pemiliknya, sehingga keinginan dan ketertarikan masyarakat dengan berkebun kopi tumbuh kembali," tuturnya. 

Sebelumnya, pengusaha olahan biji kopi di Banten Rudi James Dio mengatakan, dipilihnya olahan kopi sebagai usahanya dikarenakan potensi tanaman kopi di Banten cukup baik. 

"Banyak komoditas yang menjadi unggulan di wilayah Banten, seperti cokelat, kopi, lada, cengkih dan emas. Tapi saat ini hampir hilang begitu saja, seiring dengan keluarnya penjajah Belanda dari Banten sejak tahun 1942 lalu. Kedatangan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) pada 1711 ke Jakarta, serta merta membawa komoditi kopi yang disebar ke dua wilayah. Varian arabica di Priangan dan sedangkan untuk varian robusta di daerah sekitar Banten. Tanamannya masih ada tapi banyak yang kurang terurus," tuturnya.